Arsip

Archive for Maret, 2011

PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI (MAWAPRES) FT Universitas Trunojoyo Madura 2011

Maret 25, 2011 Tinggalkan komentar

PENGUMUMAN

PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI (MAWAPRES) FT-UTM TA 2011

Peserta:

  • Mahasiswa aktif semester IV dan maksimal semester VIII
  • Usia 24 tahun
  • IPK 2,75

Persyaratan Khusus

  • Curriculum vitae fotocopy rangkap 2 (lampiran 9)
  • Daftar rekapitulasi Indeks Prestasi Kumulatif per semester fotocopy rangkap 2 (lampiran 1)
  • Karya tulis ilmiah (bahasa Indonesia) fotocopy rangkap 4. Karya tulis merupakan kajian pustaka berisi solusi kreatif dengan tema “Menuju Indonesia yang sejahtera, demokrasi dan berkeadilan 2014”
  • Ringkasan karya tulis ilmiah dalam bahasa inggris/asing 500-750 kata fotocopy rangkap 2
  • Kegiatan ko dan ekstra-kurikuler dan dokumen pendukung asli serta fotocopy rangkap 1
  • pilihan topik sbg berikut:
  1. Pendidikan untuk semua
  2. Menuju indonesia sehat dan sejahtera
  3. Penanggulangan kemiskinan
  4. Ketahan pangan
  5. Pembangunan infrastruktur dan transportasi
  6. Iklim investasi dan dunia usaha
  7. Energi terbarukan
  8. Lingkungan hidup dan pengelolaan bencana
  9. Daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pascakonflik
  10. Kebudayaan, kreativitas dan inovasi teknologi
  11. Peran masyarakat pada bidang politik, hokum, dan keamanan
  12. Harmoni sosial dan integrasi bangsa

Sifat dan isi tulisan

  • Kreatif dan objektif
  • Logis dan sistematis
  • Isi tulisan berupa hasil kajian pustaka dan hasil pengamatan serta wawancara
  • Sejalan/linier dengan bidang ilmu yg sedang ditekuni mahasiswa
  • Isu mutakhir
  • Belum pernah diikutsertakan dalam lomba karya tulis
  • Dibimbing oleh dosen

Sistematika tulisan

  • Bagian awal
  • Bagian inti
  1. Halaman judul
  2. Lembar pengesahan
  3. Kata pengantar dr penulis
  4. Daftar isi dan daftar lain yg perlu
  5. Ringkasan bahasa inggris/asing
  1. Pendahuluan
  2. Telaah pustaka
  3. Metode penulisan
  4. Analisis dan sintesis
  5. Simpulan dan rekomendasi

  • Bagian akhir
  1. Pustaka
  2. Lampiran jika perlu

Tata cara penulisan:

  • Minimal 20 maksimal 30 halaman
  • 1,5 spasi kertas A4 font 12 times new roman
  • Alinea bagi diketik sebaris dg baris di atasnya dg jarak 2 (dua) spasi

Pedoman MAWAPRES 2011 clik here

Curiculum vitae clik here

Reward

Juara Hadiah Jumlah Ket.
1 Sertifikat dan uang pembinaan Rp. 1.000.000,- Diprioritaskan mendapat beasiswa
2 Sertifikat dan uang pembinaan Rp. 750.000,- Diprioritaskan mendapat beasiswa
3 Sertifikat dan uang pembinaan Rp. 500.000,- Diprioritaskan mendapat beasiswa

Schedule

No.

Uraian

Waktu / tanggal

Ket.

1.

Batas akhir pengumpulan berkas 30 Maret 2011 Pengumpulan ke Pak Petruk / BEM FT UTM

2.

Desk Evaluation 31 Maret 2011 PD3 / Tim Juri

3.

Presentasi 31 Maret 2011 / 09.00 wib Ruang Dosen
Iklan
Kategori:Information Tag:

Nama Allah Al-Hayyiyu, Yang Maha Pemalu

Maret 24, 2011 Tinggalkan komentar

Dasar penetapan

Nama Allah Ta’ala yang maha indah ini disebutkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam dua hadits yang shahih:

1- Dari Salman al-Farisi bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا »

Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Ta’ala adalah maha pemalu lagi maha mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa[1].

2. Dari Ya’la bin Umayyah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki yang mandi di tanah lapang terbuka tanpa kain penutup, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

« إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ حَيِىٌّ سِتِّيرٌ يُحِبُّ الْحَيَاءَ وَالسَّتْرَ، فَإِذَا اغْتَسَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ »

“Sesungguhnya Allah Ta’ala maha pemalu lagi maha menutupi, Dia mencintai (sifat) malu dan menutup (aib/aurat), maka jika seseorang di antara kalian mandi, hendaklah dia menutup (auratnya)[2].

Berdasarkan hadits-hadits ini, para ulama menetapkan nama al-Hayiyyu (Yang Maha Pemalu) sebagai salah satu dari nama-nama Allah Ta’ala yang maha indah, seperti Imam Ibnul Qayyim[3], syaikh Abdurrahman as-Sa’di[4], syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin[5], syaikh ‘Abdur Razzak al-Badr[6] dan lain-lain.

Makna al-Hayiyyu secara bahasa

Ibnu Faris menjelaskan bahwa asal kata nama ini menunjukkan dua makna, salah satunya adalah lawan dari sifat al-waqaahah (tebal muka/tidak tahu malu)[7].

al-Fairuz Abadi menjelaskan di antara makna asal kata nama ini adalah al-hisymah (kesopanan yang tinggi)[8].

Ar-Ragib al-Ashfahani menjelaskan bahwa arti nama Allah ini adalah: Yang meninggalkan semua keburukan dan melakukan semua kebaikan[9].

Penjabaran makna nama Allah al-Hayiyyu

Imam Ibnul Qayyim berkata dalam qashiidah (syair) “an-Nuuniyyah” tulisan beliau yang terkenal:

Dialah al-Hayiyyu (Maha Pemalu) maka Dia tidak akan mempermalukan hamba-Nya

(di dunia) ketika hamba-Nya itu berbuat maksiat terang-terangan

Syaikh Muhammad Khalil Harras ketika menjelaskan makna bait syair ini, beliau berkata: “(Sifat) malu Allah Ta’ala adalah sifat yang sesuai dengan (kebesaran dan keagungan)-Nya, tidak sama dengan (sifat) malu (pada) makhluk-Nya yang berarti perubahan (sikap) dan (sifat) berkecil hati yang terjadi pada seseorang ketika dia mengkhawatirkan sesuatu aib atau celaan (pada dirinya). Adapun arti sifat malu (pada Allah Ta’ala) adalah meninggalkan sifat/perbuatan yang tidak selaras dengan kemahaluasan rahmat-Nya serta kemahasempurnaan kebaikan dan kemuliaan-Nya”[10].

Nama Allah Ta’ala yang agung ini menunjukkan bahwa Dia memiliki sifat haya’ (malu) yang sesuai dengan kemahabesaran dan kemahasempurnaan-Nya, tidak sama dengan sifat malu yang ada pada makhluk-Nya, sebagaimana keadaan sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan Allah Ta’ala lainnya. Allah Ta’ala berfirman:

{لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ}

Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS asy-Syuura:11).

Dalam ayat lain Dia berfirman:

{فَلا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الْأَمْثَالَ إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ}

Maka janganlah kamu mengadakan penyerupaan-penyerupaan bagi Allah. Sesungguhnya Dia mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS an-Nahl:74)[11].

Dalam al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan sifat malu yang dinisbatkan kepada Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

{إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا}

Sesungguhnya Allah tidak malu untuk membuat perumpamaan berupa nyamuk atau sesuatu yang lebih rendah daripada itu” (QS al-Baqarah: 26).

Juga dalam hadits yang shahih dari Abu Waqid al-Laitsi, bahwa suatu hari ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk di mesjid bersama para shahabat, datanglah tiga orang laki-laki. Lalu yang dua orang datang menuju (majelis) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan yang satu orang pergi. Kemudian kedua orang tersebut berdiri di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu salah seorang dari keduanya melihat ada tempat yang kosong pada halaqah tersebut maka dia pun duduk di tempat tersebut, sedangkan temannya duduk di belakang halaqah, sementara yang ketiga pergi meninggalkan (majelis tersebut). Lalu setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai (menyampaikan nasehat kepada para shahabat) beliau bersabda: “Maukah kalian aku sampaikan tentang keadaan ketiga orang ini? Orang yang pertama berlindung kepada Allah (dengan bergabung ke dalam majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka Allahpun menerimanya (merahmatinya), orang yang kedua merasa malu kepada Allah maka Allahpun malu kepadanya, sedangkan orang yang ketiga berpaling (meninggalkan majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) maka Allahpun berpaling darinya”[12]. Baca selanjutnya…